Senin, 01 Oktober 2012

membangkitkan kundalini


Bagi praktisi reiki yang berkeinginan membangkitkan kundalininya ada  satu cara yang harus ditempuh yaitu melakukan meditasi di samping praktek reiki dengan teratur. Meditasi dipilih karena merupakan latihan untuk meningkatkan spiritual. Sehat dengan reiki dalam postingan lama pernah menulis manfaat meditasi di antaranya membuat pikiran tenang, mengurangi stress, membuat tubuh lebih sehat dan banyak manfaat positip lain.
Di antara manfaat positip lain dari meditasi dalam hubungannya dengan kundalini adalah lebih banyak gulungan kundalini membuka, tenaga kundalini naik merambat jalur sushumna, tenaga kundalini lebih aktip di seluruh tubuh serta tenaga Ilahi yang turun ke dalam tubuh selama meditasi berlangsung akan mempercepat pembersihan tubuh.
Ada rasa yang tidak nyaman saat tenaga kundalini bangkit. Pengalaman sehat dengan reiki di tahun 2004 lalu, merasakan bagaimana tidak nyamannya tubuh menerima kebangkitan kundalini. Di pakai berjalan, duduk, bersosialisasi dengan kerabat atau teman sekantor baik di tempat keramaian atau saat menyendiri, suhu tubuh cenderung naik utamanya di sekitar punggung.
Memang panas ini dibutuhkan dalam proses pembersihan di mana energi negatif dan kotoran-kotoran lain dibakar oleh tenaga kundalini. Kejadian ini di tahun ke-2 belajar reiki dan saat ini sudah tidak ada rasa panas berlebihan bahkan panas sudah hilang. Panas baru akan muncul secara otomatis tatkala melakukan penyaluran reiki yang dipadukan dengan energi kundalini.
Meditasi kundalini reiki salah satu cara membuat agar gulungan kundalini terbuka dan aktip terus menerus
Boleh dikatakan bahwa seseorang yang sedang dalam tahap pembersihan kundalini biasanya akan merasakan panas yang amat tinggi di sekujur tubuhnya. Rasanya seperti terbakar dan panas ini bisa dirasakan oleh pasangan hidup kita atau anak-anak bahkan teman sekerja. Ketika tangan mereka menyentuh tubuh sehat dengan reiki, mereka berkomentar bahwa tubuh saya panas seperti demam. Padahal panas ini bukan panas karena demam melainkan panas di bagian tulang punggung yang merambat sekitar pinggang hingga pundak.
Suhu panas yang berlebihan dalam tubuh juga tidak baik bagi kesehatan. Demikian pula suhu dingin yang berlebihan juga tidak baik bagi kesehatan. Mengapa bisa terjadi demikian? Sebab dalam tubuh energi manusia selalu dialiri 3 jalur energi.
Jalur energi itu adalah satu jalur energi besar mengalir sepanjang tulang belakang disebut jalur sushumna. Sedangkan 2 jalur energi lainnya adalah jalur energi Ida yaitu jalur dingin dan jalur energi Pinggala yaitu jalur panas. Timbulnya rasa panas atau dingin yang berlebihan karena tidak seimbangnya besarnya bukaan jalur energi baik Ida dan Pingala.
Bila rasa panas berlebihan berarti jalur pinggala membuka lebih lebar sedangkan bila rasa dingin berlebihan jalur ida membuka lebih lebar. Agar keseimbangan antara hawa panas dan dingin terjaga maka perlu latihan menyeimbangkan jalur ida dan pinggala. Menurut Irmansyah Effendi dalam buku Kundalini menyebut latihan ini cukup dilakukan 3 kali saja pemompaan energi kundalini.
Cara melatih menyeimbangkan jalur ida dan pinggala dengan memusatkan perhatian pada pintu nadi Ida ujung kiri tulang ekor. Bayangkan bahwa ujung tulang ekor sebelah kiri amat santai. Naikkan tenaga kundalini dari pusat kundalini di perinum melalui jalur ida dengan mengontraksikan otot perinum.
Selanjutnya lakukan hal sama pada nadi Pinggala yaitu memusatkan perhatian pada ujung tulang ekor kanan untuk membuka nadi Pinggala. Kontraksikan otot perinum tempat kundalini berada lalu naikkan energi kundalini melalui jalur Pinggala ini. Cukup visualisasikan atau niat saja dalam hati menyeimbangkan jalur Ida dan Pinggala masing-masing sebanyak 3 kali pemompaan.
Jadi seluruhnya menjadi 6 kali pemompaan. Ida dan Pinggala adalah dua nadi terbesar setelah saluran Sushumna. Kedua nadi ini sangat penting berfungsi sebagai penyeimbang suhu tubuh. Ida disebut jalur dingin atau bulan mengandung unsur dingin. Sedangkan Pinggala disebut jalur panas atau matahari mengandung unsur panas.
Bila sahabat sehat dengan reiki sudah sedikit paham akan kundalini tentu tak ada salahnya mencoba membangkitkan kundalini milik sendiri dengan cara yang sederhana yaitu belajar meditasi. Namun bila Anda takut akan akibat dari kebangkitan kundalini yang tidak terkontrol sebaiknya urungkan saja niat ini daripada nanti mengalami kundalini syndrom.
Ada satu cara pasif dalam belajar membuka gulungan kundalini yaitu membaca buku spiritual. Dengan membaca buku spiritual setiap hari kundalini secara otomatis menjadi aktip. Ada baiknya Anda terhubung dengan internet dan menjadi anggota Perkumpulan Kundalini Dunia. Biasanya surat-surat elektronik senior kepada yunior dimuati cukup banyak energi kundalini yang mempunyai getaran halus dan tinggi.
Bila tenaga kundalini telah bangkit sangat disarankan melakukan meditasi minimal 2 kali sehari. Pagi hari selepas ibadah subuh setelah bangun tidur dan sebelum pergi tidur masing-masing 30 menit. Sangat disarankan meditasi dilakukan di ruangan pribadi dan tidak boleh ada suara berisik.
Sangat baik bila ruangan pribadi Anda juga dipakai untuk meditasi. Dengan doa yang khusuk selepas ibadah wajib, Anda dapat menjelajah perjalanan spiritual pribadi melalui meditasi. Banyak manfaat meditasi yang sekarang ini dipetik oleh manusia modern, salah satunya tubuh fisik menjadi sehat, kepercayaan yang dianutnya semakin mendekatkan diri pelakunya kepada Sang Khalik lewat ibadah.

membuka indera ke 6

Indera keenam sering di identikkan dengan kemampuan untuk melihat makhluk halus, padahal sebenarnya fungsi dari indera ke 6 sendiri jauh melebihi hanya sekedar melihat makhluk halus. Karena kemampuan melihat makhluk halus hanya merupakan bagian / percabangan dari kemampuan indera ke 6 itu sendiri. Seperti intuisi, namun jauh lebih tajam. Apabila intuisi merupakan suatu hasil pengalaman, indera ke 6 tidak mengenal adanya pengalaman.

Tips Indera ke 6, sejatinya adalah kemampuan terpendam dari manusia. Karena pada hakekatnya kita dapat mendayagunakan kemampuan indera ke 6 ini bila saja kita semua mengetahui caranya. Terlepas dari itu semua, indera ke 6 aneh juga karena bisa untuk di kembangkan dan di miliki oleh siapapun. Karena kini telah begitu banyak metode unik yang di kembangkan agar seseorang dapat menguasai indera ke 6 itu sendiri. Indera ke 6 dapat muncul / bangkit bila seseorang senantiasa mampu mengolah pikiran,jiwa,raga,rasa dan juga karsanya.

Hal ini dapat di tempuh dengan cara meditasi / bertapa / tafakur. Kesemua cara itu bisa di pelajari, yang di butuhkan hanyalah ketekunan dan kemauan dan tentu saja kesungguhan hati dalam menjalankannya dengan niat Lillahi ta'ala. Dengan cara-cara tersebut, akan terjadi suatu "loncatan fungsi indera", yaitu dari panca indera ke indera ke 6. Loncatan indera ini bisa kita ibaratkan seperti orang tidur, karena tak seorangpun yang dengan kesadaran penuh, bahwa dirinya telah tertidur. Batas kesadarannya sangat tipis sekali.

Perbedaan budaya antara Timur dan Barat membuat munculnya perbedaan persepsi tentang indera ke 6 ini. Budaya barat yang lebih mengedepankan hal-hal yang bersifat rasional berpendapat bahwa indera ke 6 ini lebih di kategorikan sebagai suatu kemampuan yang merupakan salah satu percabangan dari kekuatan pikiran bawah sadar manusia yang belum banyak di gali. Sedangkan budaya timur, budaya yang tidak asing lagi dengan hal-hal yang bersifat Irasional atau ghaib, membuat indera ke 6 ini mendapatkan kedudukan "istimewa" pada diri seseorang. Merupakan suatu karomah yang luar biasa yang hanya di miliki oleh orang-orang tertentu.

Bagi sedulur-sedulur semua yang mungkin ingin mengaktifkan kemampuan indera ke 6 secara sempurna, berikut ini saya paparkan beberapa tips pengaktifan indera ke 6.

1. Minum air rajah atau kapsul yang telah di transfer energi positif. * sisi positif : dapat membantu mengaktifkan cakra ajna (cakra mata ke 3) dan beberapa organ yang berperan dalam indera ke 6. * sisi negatif : sebenarnya cara ini bukan membuka cakra ajna, tapi justru merobek saluran antara cakra ajna dan cakra tenggorokan. Hal ini belum tentu akan membuat seseorang untuk dapat melihat sesuatu yang bersifat ghoib, karena cara ini akan menyebabkan seseorang berhalusinasi, sehingga belum tentu apa yang dilihatnya adalah hal ghoib, melainkan hanya sebatas halusinasi dan imaji belaka.

2. Menelan biji mata burung hantu atau gagak. * sisi positif : dapat membantu mengaktifkan cakra ajna (cakra mata ke 3) dan beberapa organ yang berperan dalam indera ke 6. * sisi negatif : sebenarnya cara ini bukan membuka cakra ajna, tapi justru merobek saluran antara cakra ajna dan cakra tenggorokan. Hal ini belum tentu akan membuat seseorang untuk dapat melihat sesuatu yang bersifat ghoib, karena cara ini akan menyebabkan seseorang berhalusinasi, sehingga belum tentu apa yang dilihatnya adalah hal ghoib, melainkan hanya sebatas halusinasi dan imaji belaka.

3. Meditasi pembukaan cakra ajna * sisi positif : Cara ini relatif lebih aman daripada cara 1 dan 2, namun harus tetap dalam pengawasan ahli. * sisi negatif: waktu penempuhan untuk mencapai hasil yang relatif ( tergantung dari bakat dan kesungguhan hati pengamalnya).

4. Di bangkitkan oleh orang yang kompeten (misal : Guru spiritual) * sisi positif : hasil yang di peroleh instant, dan langsung dapat di gunakan. * sisi negatif : terkadang biaya yang di patok untuk pengaktifan indera ke 6 ini terbilang gila-gilaan. Faktanya bahwa semakin mahal "mahar" yang di minta, justru lebih aman bagi penggunanya.

5. Dan masih ada cara lainnya yang belum tersebutkan di atas. Menitik beratkan pada poin nomor 5, maka saya akan memberikan cara yang saya dapatkan dari seorang teman saya, cara ini sangat cocok bagi njenengan-njenengan yang lebih senang dengan aliran hikmah

Sejarah Tumapel


Kerajaan Singhasari atau sering pula ditulis Singasari atau Singosari, adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di daerah Singosari, Malang.Berdasarkan prasasti Kudadu, nama resmi Kerajaan Singhasari yang sesungguhnya ialah Kerajaan Tumapel. Menurut Nagarakretagama, ketika pertama kali didirikan tahun 1222, ibu kota Kerajaan Tumapel bernama Kutaraja.
Pada tahun 1254, Raja Wisnuwardhana mengangkat putranya yang bernama Kertanagarasebagai yuwaraja dan mengganti nama ibu kota menjadi Singhasari. Nama Singhasari yang merupakan nama ibu kota kemudian justru lebih terkenal daripada nama Tumapel. Maka, Kerajaan Tumapel pun terkenal pula dengan nama Kerajaan Singhasari.
Menurut Pararaton, Tumapel semula hanya sebuah daerah bawahan Kerajaan Kadiri. Yang menjabat sebagai akuwu (setara camat) Tumapel saat itu adalah Tunggul Ametung. Ia mati dibunuh dengan cara tipu muslihat oleh pengawalnya sendiri yang bernama Ken Arok, yang kemudian menjadi akuwu baru. Ken Arok juga yang mengawini istri Tunggul Ametung yang bernama Ken DedesKen Arok kemudian berniat melepaskan Tumapel dari kekuasaan Kadiri.
Nama Tumapel juga muncul dalam kronik Cina dari Dinasti Yuan dengan ejaan Tu-ma-pan.
Pada tahun 1222 terjadi perseteruan antara Kertajaya raja Kadiri melawan kaum brahmana. Parabrahmana lalu menggabungkan diri dengan Ken Arok yang mengangkat dirinya menjadi raja pertama Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Perang melawan Kadiri meletus di desa Ganter yang dimenangkan oleh pihak Tumapel.
Nagarakretagama juga menyebut tahun yang sama untuk pendirian Kerajaan Tumapel, namun tidak menyebutkan adanya nama Ken Arok. Dalam naskah itu, pendiri kerajaan Tumapel bernama Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra yang berhasil mengalahkan Kertajaya raja Kadiri.
Wangsa Rajasa yang didirikan oleh Ken Arok. Keluarga kerajaan ini menjadi penguasa Singhasari, dan berlanjut pada kerajaan Majapahit. Terdapat perbedaan antara Pararaton dan Nagarakretagama dalam menyebutkan urutan raja-raja Singhasari.
Prasasti Mula Malurung atas nama Kertanagara tahun 1255, menyebutkan kalau pendiri Kerajaan Tumapel adalah Bhatara Siwa. Mungkin nama ini adalah gelar anumerta dari Ranggah Rajasa, karena dalam Nagarakretagama arwah pendiri kerajaan Tumapel tersebut dipuja sebagai Siwa. Selain itu, Pararaton juga menyebutkan bahwa, sebelum maju perang melawanKadiriKen Arok lebih dulu menggunakan julukan Bhatara Siwa.
Versi Pararaton adalah:
  1. Ken Arok alias Rajasa Sang Amurwabhumi (1222 - 1247)
  2. Anusapati (1247 - 1249)
  3. Tohjaya (1249 - 1250)
  4. Ranggawuni aliasWisnuwardhana (1250 - 1272)
  5. Kertanagara (1272 - 1292)
Versi Nagarakretagama adalah:
  1. Rangga Rajasa Sang Girinathaputra (1222 - 1227)
  2. Anusapati (1227 - 1248)
  3. Wisnuwardhana (1248 - 1254)
  4. Kertanagara (1254 - 1292)
Kisah suksesi raja-raja Tumapel versi Pararaton diwarnai pertumpahan darah yang dilatari balas dendam. Ken Arok mati dibunuh Anusapati (anak tirinya).Anusapati mati dibunuh Tohjaya (anak Ken Arok dari selir). Tohjaya mati akibat pemberontakan Ranggawuni (anak Anusapati). Hanya Ranggawuni yang digantikan Kertanagara (putranya) secara damai. Sementara itu versi Nagarakretagama tidak menyebutkan adanya pembunuhan antara raja pengganti terhadap raja sebelumnya. Hal ini dapat dimaklumi karena Nagarakretagama adalah kitab pujian untuk Hayam Wuruk raja Majapahit. Peristiwa berdarah yang menimpa leluhur Hayam Wuruk tersebut dianggap sebagai aib.
Penemuan prasasti Mula Malurung memberikan pandangan lain yang berbeda dengan versi Pararatonyang selama ini dikenal mengenai sejarah Tumapel.
#silsilah penguasa kerajaan singhasari dan majapahit
Di antara para raja di atas hanya Wisnuwardhana dan Kertanagara saja yang didapati menerbitkan prasasti sebagai bukti kesejarahan mereka. DalamPrasasti Mula Malurung (yang dikeluarkan Kertanagara atas perintahWisnuwardhana) ternyata menyebut Tohjaya sebagai raja Kadiri, bukan raja Tumapel. Hal ini memperkuat kebenaran berita dalam Nagarakretagama. Prasasti tersebut dikeluarkan oleh Kertanagara tahun 1255 selaku raja bawahan di Kadiri. Dengan demikian, pemberitaan kalau Kertanagara naik takhta tahun 1254 dapat diperdebatkan. Kemungkinannya adalah bahwa Kertanagara menjadi raja muda di Kadiri dahulu, baru pada tahun 1268 ia bertakhta di Singhasari. Diagram silsilah di samping ini adalah urutan penguasa dari Wangsa Rajasa, yang bersumber dari Pararaton.
Kertanagara adalah raja terakhir dan raja terbesar dalam sejarah Singhasari (1268 - 1292). Ia adalah raja pertama yang mengalihkan wawasannya ke luar Jawa. Pada tahun 1275 ia mengirim pasukan Ekspedisi Pamalayu untuk menjadikan Sumatra sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi ekspansi bangsa Mongol. Saat itu penguasa Sumatra adalah Kerajaan Dharmasraya (kelanjutan dari Kerajaan Malayu). Kerajaan ini akhirnya dianggap telah ditundukkan, dengan dikirimkannya bukti arca Amoghapasa yang dari Kertanagara, sebagai tanda persahabatan kedua negara.
Kerajaan Tumapel disebutkan didirikan oleh Rajasa yang dijuluki "Bhatara Siwa", setelah menaklukkanKadiri. Sepeninggalnya, kerajaan terpecah menjadi dua, Tumapel dipimpin Anusapati sedangkan Kadiridipimpin Bhatara Parameswara (alias Mahisa Wonga Teleng). Parameswara digantikan olehGuningbhaya, kemudian Tohjaya. Sementara itu, Anusapati digantikan oleh Seminingrat yang bergelarWisnuwardhanaPrasasti Mula Malurung juga menyebutkan bahwa sepeninggal Tohjaya, Kerajaan Tumapel dan Kadiri dipersatukan kembali oleh Seminingrat. Kadiri kemudian menjadi kerajaan bawahan yang dipimpin oleh putranya, yaitu Kertanagara.
Kerajaan Singhasari yang sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa akhirnya mengalami keropos di bagian dalam. Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwangbupati Gelang-Gelang, yang merupakan sepupu, sekaligus ipar, sekaligus besan dariKertanagara sendiri. Dalam serangan itu Kertanagara mati terbunuh.
Pada tahun 1284, Kertanagara juga mengadakan ekspedisi menaklukkan Bali. Pada tahun 1289 Kaisar Kubilai Khan mengirim utusan ke Singhasari meminta agar Jawa mengakui kedaulatan Mongol. Namun permintaan itu ditolak tegas oleh KertanagaraNagarakretagamamenyebutkan daerah-daerah bawahan Singhasari di luar Jawa pada masa Kertanagara antara lain, MelayuBaliPahangGurun, danBakulapura.
Setelah runtuhnya Singhasari, Jayakatwang menjadi raja dan membangun ibu kota baru diKadiri. Riwayat Kerajaan Tumapel-Singhasari pun berakhir.

sejarah singhasari





Candi Jago (Pemujaan Raja Wisnu wardana), Candi kidal (Pemujaan Raja Anusapati), Candi Singosari (pemujaan Raja Kertanegara) Candi jawi (Tempat penyimpanan Abu Raja Kertanegara)


Kerajaan Singhasari terletak di sebelah timur Gunung Kawi di hulu sungai Brantas Jawa Timur.Pada abad ke 13 Singhasari hanyalah sebuah desa kecil. Singhasari muncul dipermukaan sejarah awal abad ke-13 dilembah sungai Brantas sekitar kota Malang. Berdasarkan Prasasti Kudadu nama resmi Kerajaan Singhasari yang sesungguhnya ialah Kerajaan Tumapel. Menurut Nagarakretagama, ketika pertama kali didirikan tahun 1222, ibu kota Kerajaan Tumapel bernama Kutaraja.`
Sumber-sumber Sejarah
Keberadaan kerajaan Singosari dibuktikan melalui candi-candi yang banyak ditemukan di Jawa Timur yaitu daerah Singosari sampai Malang, juga melalui kitab sastra peninggalan zaman Majapahit yang berjudul Negarakertagama karangan Mpu Prapanca yang menjelaskan tentang raja-raja yang memerintah di Singosari serta kitab Pararaton yang juga menceritakan riwayat Ken Arok yang penuh keajaiban. 

Kitab Pararaton isinya sebagian besar adalah mitos atau dongeng tetapi dari kitab Pararatonlah asal usul Ken Arok menjadi raja dapat diketahui. Diceritakan bahwa Batara Brahma sedang bermesraan dengan Ken Ndok di Ladang lelateng dan berpesan agar Ken Ndok jangan berkumpul lagi dengan suaminya. Larangan tersebut menyebabkan pisahnya hubungan Ken Ndok dengan suminya yang bernama Gajah Para. Ken Ndok kemudian pulang ke desa Pangkur dan Gajah Para pulang ke desa Campara. Konon 5 hari kemudian Gajah Para meninggal karena melanggar larangan Batara Brahma dan karena panasnya anak yang masih dalam kandungan Ken Ndok.

Pada saatnya Ken Ndok kemudian melahirkan bayi laki laki yang karena malunya bayi tersebut segera dibuang ke Kuburan. Pada malam harinya pencuri yang bernama lembong pergi kekuburan dan sangat terkejut melihat cahaya yang berpendaran yang berasal dari bayi yang sedang menangis. Karena kasihan Bayi tersebut kemudian dipungut oleh lembong dan diberi nama Ken Arok. Ken Arok tumbuh menjadi dewasa dan Kegemarannya adalah suka berjudi sehingga barang barang milik ayah angkatnya habis untuk dipakai berjudi. Hal tersebut menimbulkan kekesalan dalam diri Lembong sehingga mengusirnya dari rumah. 

Ken Arok kemudian pergi dari rumah Lembong dan ditengah jalan bertemu dengan Bango Samparan , penjudi dari desa Karuman dan diajak ke tempat perjudian. Dalam perjudian tersebut Bango samparan bernasib baik memenangkan perjudian dan Ken arok dianggap membawa keberuntungan bagi dirinya. Karena Istri tua Bango Samparan tidak mempunyai anak Ken Arok kemudian diangkat sebagai anak. Dirumah Bango Samparan Ken arok tidak bias bergaul dengan anak anak Tirtaja istri muda bango samaparan. Ken arok kemudian bergaul dengan Tita anak kepala desa Siganggeng.

Kenakalan Ken arok semakin bertambah yaitu selain berjudi dia juga berani merampok sehingga menimbulkan keresahan dikalangan penduduk Tumapel dan menjadi buruan Akuwu Tumapel. Namun demikian Ken arok selalu berhasil lolos dari bahaya berkat perlindungan dari Sang Hyang Brahma. Sementara itu orang orang Daha sudah mengetahui tempat persembunyian Ken arok di Turyantapada kemudian melakukan pengejaran. Ken Arok berhasil melarikan diri ke desa Tugaran kemudian ke gunung pustaka, dilanjutkan ke Desa Limbahan, dari desa Limbahan ke desa Rabut sampai akhirnya sampai di desa Panitikan.

Atas saran seorang nenek ken Arok kemudian bersembunyi di gunung Lejar. Dalam persembunyian tersebut Ken Arok mendengar keputusan para dewa yang mengatakan bahwa dirinyalah yang ditakdirkan akan menguasai Pulau Jawa.

Arca Peninggalan Kerajaan Singhasari


Pada suatu hari Ken Arok bertemu seorang brahmana dari India bernama Lohgawe, yang datang ke tanah Jawa mencari titisan Wisnu. Ciri-cirinya yaitu rajah telapak kanannya yaitu Cakra dan tangan kirinya bertanda tutup kerang. Dari ciri ciri yang ditemukan pada diri Ken Arok , Lohgawe yakin kalau Ken Arok adalah orang yang dicarinya.
Pesan ini didengar oleh Brahmana Lohgawe pada saat akan melaksanakan pemujaan kepada dewa Wisnu di suatu candi. Dengan jelas didengarkan bahwa Dewa Wisnu tidak ada lagi di pemujaan tetapi telah menitis pada orang yang bernama Ken Arok dari Pulau Jawa. Ia diperintahkan mencarinya di perjudian. Ken Arok kemudian dibawa oleh Brahmana Lohgawe menemui akuwu Tumapel.

Tumapel merupakan salah satu daerah bawahan Kerajaan Kadiri. Akuwu (camat) Tumapel saat itu bernama Tunggul Ametung. Atas bantuan Lohgawe, Ken Arok dapat diterima bekerja sebagai pengawal Tunggul Ametung

Tunggul Ametung memiliki seorang istri cantik bernama Ken Dedes. Ken dedes adalah anak pendeta Budha dari Desa Panawijen bernama Empu Purwa. Konon ketika Tunggul Ametung datang ke desa Panawijen untuk melamar Ken dedes, Empu Purwa sedang bertapa. Karena tidak kuat menahan nafsunya Ken dedes kemudian dilarikan ke Tumapel dijadikan istri. Ketika empu Purwa pulang dari pertapaan dan mendapatkan putrinya sudah tidak ada lagi Empu Purwa kemudian menjatuhkan kutukan “ semoga yang melarikan anak saya tidak akan selamat hidupnya, semoga mati kena tikam keris “ Penduduk desa Panawijen juga tidak luput dari kutukan empu Purwa karena enggan memberitahukan peristiwa pelarian anaknya oleh Tunggul Ametung. Desa Panawijen dikutuk supaya sumber air dan sumur di desa tersebut kering. 


Peta Wilayah Kekuasaan Kerajaan Singhasari

Ketika Ken Arok tiba di Tumapel, Kendedes sedang mengandung, bersama suaminya Ken dedes pesiar ke Taman Baboji. Waktu turun dari kereta kain Kendedes tersingkap dari betis sampai pahanya. Dari kemaluan Ken Dedes keluar cahaya. Peristiwa tersebut diceritakan kepada Brahmana Lohgawe. Jawab Lohgawe bahwa wanita yang rahasianya menyala adalah wanita waneswari dimana keturunannya akan menjadi raja besar. Dalam Pararaton dijelaskan sebagai berikut :

Kendedes tumurun saking padati,Katuwon pagewening widhi kengis wentisira Kengkap tekeng rahasyanira Neberkaton murub denira ken arok Langira danghyang Lohgawe Yen hana stri mangkana iku stri nariswari arane Yadnyaningwong papa angalapa ring wong wadon iku Dadi ratu anakrawati …. (Pararaton)

Ketika Kendedes turun dari keretanya Ada angin semilir hingga membuat betisnya terlihat Terbuka hingga ke “rahasianya” Dan terlihat menyala oleh Ken Arok Dijawab oleh pendeta Lohgawe Jika ada wanita dengan nyala seperti itu disebut nariswari Jika ada orang bisa mengawininya, walaupun dia berdosa, Kelak dia akan menjadi raja besar Mendengar hal tersebut Ken Arok lalu terdiam, timbul niat Ken Arok untuk membunuh Tunggul Ametung namun Brahmana Lohgawe tidak setuju. Ken Arok kemudiian minta ijin untuk mengunjungi ayah angkatnya yaitu Bango Samparan dan menceritakan peristiwa yang dialaminya dan rencana yang akan dilaksanakan.

Bango Samparan kemudian memperkenalkan Ken Arok pada sahabatnya yang bernama Mpu Gandring dari desa Lulumbang. Ia seorang ahli dalam membuat pusaka ampuh. Ken arok kemudian memesan keris dan memberi batas waktu 5 bulan supaya keris tersebut selesai dibuat, Empu Gandring minta waktu selama setahun agar pembuatan keris tersebut sempurna. Namun Ken arok tetap bersikukuh lalu pergi.

Lima bulan kemudian ken Arok datang ke desa Lulumbang menagih keris pesanannya, namun keris tersebut masih di gurinda. Karena marahnya keris tersebut lalu direbut dan ditikamkan ke Empu Gandring. Sementara itu Empu ganding yang sedang sekarat kemudian mengeluarkan kutukan “ hai Arok kamu dan tujuh keturunanmu akan mati oleh keris itu juga”

Kembali ke Tumapel, Ken Arok menjalankan rencana liciknya. Mula-mula ia meminjamkan keris pusakanya pada Kebo Hijo, rekan kerjanya sesama pengawal. Ketika melihat keris Ken Arok yang berukirkan kayu Cangkring, Kebo Hijo minta dipinjamkan keris tersebut. Kebo Hijo lalu memamerkan keris itu sebagai miliknya ke semua orang yang ia temui.

Ken Arok menduga bahwa saat yang dinanti nantikan telah tiba. Pada malam berikutnya, Ken Arok mencuri keris pusakanya dari tangan Kebo Hijo yang sedang mabuk arak. Ia lalu menyusup ke kamar tidur Tunggul Ametung dan membunuh majikannya itu. Ken Dedes menjadi saksi pembunuhan suaminya. Namun ia luluh pada rayuan Ken Arok. Lagi pula, Ken Dedes menikah dengan Tunggul Ametung didasari rasa keterpaksaan. Pagi harinya, Kebo Hijo dihukum mati karena kerisnya ditemukan menancap di mayat Tunggul Ametung. Ken Arok lalu menjadi akuwu baru di Tumapel dan menikahi Ken Dedes. Saat itu Ken Dedes sedang mengandung anak Tunggul Ametung.

Sepeninggal Tunggul Ametung, Ken Arok menjadi Akuwu di Tumapel dan mengawini Ken Dedes, diantara orang Tumapel tidak seorangpun yang berani menentangnya. Sejak Ken Arok menjadi akuwu di Tumapel semua penduduk disebelah timur Gunung Kawi segan kepadanya. Kekuasaan dan kewibawaannya semakin hari semakin besar. Dalam kekedudukannya sebagai akuwu di Tumapel Ken Arok tidak melupakan orang orang yang telah berbuat baik kepadanya, Mereka diberikan tanda jasa diantaranya Bango Samparan dari Karuman, Empu Palot dari Turiyantapada, Anak dari Empu Gandring dari Lulumbang, Anak pendeta Lohgawe semuanya diundang untuk menetap di Tumapel dan menetap disekeliling Ken Arok. Anak Kebo Hijo yang bernama Kebo Randi dijadikan pekatik

Keturunan Tunggul Ametung 

Pararaton kemudian mengisahkan sepeninggal Tunggul Ametung, Ken Arok menikahi Ken Dedes serta mengangkat dirinya sebagai akuwu Tumapel. Waktu itu, Ken Dedes tengah mengandung bayi hasil perkawinannya dengan Tunggul Ametung, yang setelah lahir diberi nama Anusapati. Peristiwa tersebut terjadi tahun saka 1104 atau tahun 1182 Masehi.

Apabila kisah dalam Pararaton ini dicermati, maka akan diperoleh gambaran bahwa Ken Dedes merupakan saksi mata pembunuhan Tunggul Ametung. Anehnya, ia justru bersedia dinikahi oleh pembunuh suaminya. Hal itu membuktikan kalau Ken Dedes dan Ken Arok sebenarnya saling mencintai. Perlu diingat pula kalau Ken Dedes menjadi istri Tunggul Ametung setelah dirinya diculik oleh akuwu Tumapel tersebut. Jadi pernikahan pertama Ken Dedes mengandung unsur keterpaksaan.

Pararaton melanjutkan bahwa Anusapati kemudian berhasil membunuh Ken Arok melalui tangan pembantunya, dan kemudian ia menjadi raja Singhasari yang kedua. Ia kemudian menurunkan raja-raja selanjutnya, seperti Wisnuwardhana dan Kertanagara. Raden Wijaya pendiri Majapahit memang bukan keturunan Tunggul Ametung. Tetapi istrinya, yaitu Gayatri adalah putri Kertanagara. Dari rahim Gayatri inilah lahir Tribhuwana Tunggadewi yang kemudian menjadi raja wanita pertama di Majapahit, yang juga menurunkan raja-raja selanjutnya, seperti Hayam Wuruk dan Wikramawardhana. Jika apa yang ditulis dalam Pararaton itu benar, maka dapat dikatakan kalau Tunggul Ametung adalah leluhur raja-raja Singhasari dan Majapahit.


Runtuhnya Kerajaan Kadiri dan Berdirinya Kerajaan Tumapel 

Pada tahun 1222 terjadi perselisihan antara Kertajaya raja Kadiri dengan para pendeta Siwa-Budha. Raja meminta agar pendeta Siwa-Budha menyembah dirinya. Keinginan Prabu Kertajaya ditolak oleh para pendeta karena belum pernah ada seorang pendeta menyembah raja. Untuk memperlihatkan kesaktiannya Prabu kertajaya lalu menancapkan tombaknya ditanah dan duduk diatas ujungnya. Namun para pendeta tetap pada pendiriaannya dan pindah pindah ke Tumapel meminta perlindungan Ken Arok. Kertajaya mengaku tidak ada yang bisa mengalahkan dirinya, kecuali Bhatara Siwa. Mendengar sesumbar itu, Ken Arok pun memakai gelar Bhatara Siwa dan siap memerangi Kertajaya.

Saya dengar di Daha sebentar lagi diselenggarakan pesta?. Seorang jangga muda bertanya pada resi. Ya, sang Prabu Dandanggendis akan menggelar hajatan. Beliau mengundang seluruh pandeta, resi dan pujangga dari pelosok negri jajahannya. Daha (Ndoho, kini sebuah wilayah kecil saja di kabupaten Kediri). Di atas lembaran lontar tertuliskan, sang Prabu mengharap kehadirian mereka pada upacara tersebut. Wakil-wakil kalangan bawah pun didatangkan. Dalam benak para resi, pandita dan jangga membawa misteri berbeda-beda. Ada apa gerangan sang Prabu tiba-tiba menyebarkan undangan bertintakan emas (?).

Ada menyangka ini jelas perintah maha penting dan dirahasiakan. Pun pula ada mengira sang Prabu sedang sakit. Kepura-puraan mengundang agar tak diketahui halayak masyarakat, dan diharap para pandita sudi menyalurkan dayadinaya demi kepulihannya. Undangan telah disebar, tanggal waktu sudah ditetapkan. Tak pelak takdir tergariskan. Para pandeta, resi, pujangga datang menghadap Raja. Ada membawa pengawal bertubuh tegap nan kekar, pula bersama para abdi kepercayaan. Dan tak ketinggalan juru tulis dihadirkan demi kekalkan berita yang kan terjadi. Ada juga kedatangannya menyamar sebagai pengemis atau petani. Sehingga banyak rakyat jelata tiada tahu, yang tengah berjalan menuju ibukota Daha ialah pandita.

Para undangan sudah berkumpul di bawah kaki kuasa Raja. Dengan sigap Prabu Dandanggendis memberi sambutan singkat nan padat. Intinya merasa jaya nan dikjaya. Segala kelebihan ilmunya dipamerkan kepada hadirin. Mereka melongo menyaksikan linuwihnya. Lantas beliau berkata: aku telah memerintah kerajaan ini cukup lama tak tergoyahkan. Adakah di antaramu tak tunduk menyembah kepadaku. Rajamu yang baik serta bijak mulia ini. Wahai para pandita, resi, pujangga dan para hadirin kepercayaanku. Dalam ajaran kita, apakah sebab kalian tak mau menyembah kepadaku. Padahal aku tiada bedanya dengan Bathara Guru. Anggapan berlebih kepada diri sendiri, sering kali mencipta bumerang.

Para hadirin semuanya gusar, mau menentang takut kuku-kuku kuasa Raja. Jika menyetujui berarti membohongi bathin sendiri. Lantas salah seorang pandita berkata: “duh baginda Raja, selamanya belum pernah ada pandita menyembah raja.” “dulu memang belum pernah ada, sekarang kalian harus menyembah kepadaku.” tegar ucapan sang Raja.

Para hadirin terdiam. Sang Prabu mencium gelagat hal itu sambil menantang bersuara lantang: kalau kalian ragu yang saya maksud, cobalah semua maju melawan diriku? Seakan serentak, ruang pendapa itu makin lama kian hening tak bergeming, seolah tiada makluk hidup. Seekor semut pun tak berani beranjak dari tempatnya. Prabu Dandanggendis merupakan raja disegani kala itu, bala tentaranya gagah pemberani, para prajuritnya patuh menjunjung tinggi titah Raja.

Kisah Dandanggendis ini menyerupai Firaun dan lebih, sebab dirinya secara sadar menganggap tuhan tanpa kemabukan kuasa berlebihan. Ingin mendapati kepala-kepala orang bersujud di hadapannya. Suara pendapa kedaton Daha hening suwong. Sang Raja bolak-balik mengelilingi para hadirin yang dipercayakan dapat mendaulat dirinya menjelma Bathara Guru. Langkah-langkah berwibawanya menyiutkan nyali pendengaran.
Tiada bisik-bisik kesepakatan di antara pandita, resi dan jangga. Serentak sukma mereka disentakkan kuasa dinaya tenaga sang Prabu dengan sangat kuat. Setelah ruangan berhasil dikuasa sang Prabu. Ia tersenyum lebar, tawanya menggema, meruntuhkan kembali mental-mental tak pernah diasah keberanian. Sangat puas hati Raja, lantas meminta para hadirin benar-benar bersujud dihadapan kakinya. Lantai marmer pendapa bergetaran, atas jiwa Raja tak tertandingi sebab niatannya manunggal tak tergoyahkan.

Setelah dirasa cukup, para hadirin diperkenankan pulang ke negri masing-masing. Mengabarkan sang Raja sudah menjelma tuhan alam semesta. Namun tak demikian bathin semua undangan, sepulang dari gardu istana. Langkah demi langkah hati mereka berhianat, jujur kepada kalbunya bahwa seorang pandita, resi dan jangga taklah bersujud kepada seorang Raja.

Sejak lama para pandita, resi dan pujangga Daha telah mendengar kabar. Bahwa di daerah Tumapel yang berubah nama Singosari (daerah sebelum memasuki kota Malang, sekarang menjadi kota kecil saja). Ada seorang raja yang berwibawa dan disegani, bergelar Sri Rajasa. Alam pertanian palawija serta rerumputan padi, juga perdagangan di wilayah tersebut makmur, seolah Dewata memberi restu sentausa bagi tahtanya selamanya.
Tak jauh dari perbatasan kota Daha, para undangan sang Prabu mengurungkan langkah ke negri masing-masing. Bathin mereka menyerahkan kepercayaan kepada penguasa Singorasi, sebagai pulung selanjutnya. Sebagian besar mereka menuju Singosari guna menghadap Rajasa. Yang awal kelahirannya bernama Ken Angrok (Ken Arok).

Setelah para pandita, resi dan pujangga kerajaan Daha bersepakat ke Singorasi, berangkatlah mereka. Ken Angrok sebelum menjadi raja ialah sosok begundal. Perampok tersohor, penjudi ulung, penyabung ayam kawakan, juga pemetik bunga pinggir jalan. Suatu kali ia memiliki seekor ayam jantan, si jago itu amat kesohor, banyak ayam jago lawan-lawannya lari pecirit tunggang langgang, disamping banyak pula berpulang cacat oleh ulahnya. Ayam pemberani Angrok itu sempat melegenda, sebab mati di tengah gelanggang. Ia bertarung dengan keseluruhan jiwa-raga untuk sang tuannya, sampai darah penghabisan. Tak seperti ayam-ayam jago lain yang lari ketakutan, keok sebelum temukan ujung sekarat.

Hidupnya Angrok waktu itu tak ubahnya para brandal, boros dan ugal-ugalan. Ludes uang hasil judi menjadikan ia sosok perampas, merampok para sodagar yang melewati hutan, tempat ia menanti antrian nasib naas yang ditunggunya. Di tempat itu, ia memiliki cerita menarik. Pernah ada seorang tua melewati hutan itu dan menyapa kepada Angrok: Nak, katanya melewati hutan ini membahayakan.
Bisakah anaknda membatu saya dalam perjalanan pulang? Angrok tersenyum, diantarnya orang itu sampai kediamannya. Jalan hidup manusia memang sulit ditebak, selalu berkelok memasuki ruang-ruang jiwa. Tak seorang pun memahami pribadi yang lain secara peka nan juntrung.

Insan yang berilmu pengalaman, ketika dinaikkan drajatnya menjadi penguasa. Jawabannya ialah makin serakah, atau loman kepada rakyatnya. Dan Angrok memilih jalan kedua. Seakan telah kenyang perbuatan angkara murka, sudah puas mengumbar hawa nafsunya. Atau telah insaf, sebab ulahnya dikala merebut kekuasaan secara paksa. Atas hasratnya merampas cerlang cahaya nareswari dari selangkangan Ken Dedes. Sewaktu Tunggul Ametung terkena sirep (ilmu sihir menidurkan musuh), dan tertikam keris Gandring atas Angrok. Ia kubur dalam-dalam watak beringas. Di hadapkan wajah santun kasih sayangnya kepada rakyat, serupa mukanya memandang kekasih-kasihnya, Ken Dedes dan Ken Umang.

Saat para jangga, resi dan pandita sampai ke kota Singosari. Sungkemlah rombongan tersebut memberi dukungan dengan alasan kemakmuran negara. Juga menangkal suara-suara hitam kekuasaan pusat yang ada di Daha. Lama-lama kabar itu tercium sang Prabu. Dengan lantang Prabu Dandanggendis berkoar: Tiada yang bisa melawan aku, kecuali Batara Guru turun sendiri dari suralaya (kahyangan).
Gema suara keangkuhan itu ditangkap telik sandi Singosari, dan dihaturkan kepada Sri Rajasa Sang Amurwabumi. Dengan bernaluri keyakinan, Ken Angrok meminta restu kepada para pandita, resi dan jangga yang setia mendukungnya. Untuk mengangkatnya bergelar Sang Hyang Caturbuja atawa Batara Guru. Sebagai usaha memantabkan mental lewat mitos, bahwa manusia sanggup menjelma apa saja. Demi meloloskan takdirkan melewati usaha sungguh membathin, dengan sekuat dinayanya.

Alam telah siap menunggu goncangan, bulan matahari memberi kesaksian yang kan dilewatinya penuh awan-gemawan mensejarah. Burung-burung berkabar ke negeri-negeri jauh. Gerak bathin anak manusia, dan alam tertunduk menerima takdirnya.

Dandanggendis mulai gemetar ketika mendengar para resi, pandita juga pujangganya telah merestui sang Rajasa dengan gelar Batara Guru. Hanya umpat pedas nan tajam yang keluar dari mulut sang Prabu. Hal itu tak disia-siakan Angrok. Ketika keangkuhan mental peperangan terpancing, magnit saling tarik kekuatan, atau terlempar jauh dari lawannya. Niat ibarat magnit, sanggup menarik jarum di dekatnya. Dan bisa menggetarkan lempeng besi walau mata tak melihatnya.

Angrok bersama suara alam langit menggemuruh kekuatan bumi merapatkan barisan. Para tentaranya yang digembleng langsung olehnya, sudah terlatih menghimpun pertahanan juga menyerang. Seperti disusupi arwah leluhur, para tentara itu menerjang berhamburan ke kota Daha. Ada menyusuri pinggiran sungai, menanjaki bukit dan tebing, menyusup laksana angin pada rerumputan. Pasukan Singosari dicegat bala tentara Daha di sebelah utara Ganter. Bertarung kikis prajurit kedua belah pihak habis-habisan, saling mengeluarkan kadikjayaan. Mungkin kehendak sejarah tuhan, panglima perang Daha tewas. Berhamburan anak-anak buahnya bagai bebatuan kali diterjang banjir bandang. Sebagian besar gelimpangan bak pohon pisang yang tanahnya digerus lupan air bengawan. Terhanyut mengikuti arus kekalahan sampai samudra penaklukan.

Perang antara Kadiri dan Tumapel terjadi di desa Ganter. Pada pertempuran tersebut Makesa Walungan dan Gubar Baleman hulubalang kerajaan kediri tewas dalam pertempuran, Pihak Kadiri kalah. Kertajaya melarikan diri, bersembunyi di dalam sebuah candi. Sejak saat itu Tumapel menjadi kerajaan baru yang merdeka. Ken Arok menjadi raja pertama dengan gelar Sri Rajasa Bhatara Sang Amurwabumi.
Arca Arca Peninggalan Jaman Singhasari
Ken Arok akhirnya berhasil mewujudkan ambisinya dan sejarah mencatatnya sebagai pendiri dinasti baru, Rajasa. Bahkan para raja-raja Singosari dan Majapahit selanjutnya berusaha menarik garis keturunan dengannya untuk mengesahkan status ke-raja-annya. Sebagai raja pertama Singosari maka Ken Arok menandai munculnya dinasti baru yaitu dinasti Rajasa atau dinasti Girindra untuk menambah pemahaman Anda tentang keturunan dinasti Rajasa, maka simaklah silsilah berikut ini:
Raja-raja Singhasari/ Tumapel versi Pararaton adalah:
1. Ken Arok alias Rajasa Sang Amurwabhumi (1222-1247)
2. Anusapati (1247-1249)
3. Tohjaya (1249-1250)
4. Wusnuwardhana (1250-1272)
5. Kertanagara (1272-1292)

Dengan memperhatikan silsilah dibawah ini , maka yang perlu Anda ketahui bahwa nama yang diberi nomor dan diberi kotak/dalam kotak itulah urutan raja-raja Singosari. Raja pertama sampai ketiga yang diberi tanda (*) mati dibunuh karena persoalan perebutan tahta dan balas dendam. Dari kelima raja Singosari tersebut, raja Kertanegaralah yang paling terkenal, karena dibawah pemerintahan Kertanegara Singosari mencapai puncak kebesarannya. Kertanegara bergelar Sri Maharajaderaja Sri Kertanegara mempunyai gagasan politik untuk memperluas wilayah kekuasaannya


cewek bugil masturbasi. (ternyata wanita lebih banyak kemungkinan utk masturbasi)

Download 1
http://www.ziddu.com/download/20492891/ABG_Masturbasi-www.17tahun.us.3gp.html
 http://www.ziddu.com/download/20493070/sicantik_lagi_ngocok.rar.html
 http://www.ziddu.com/download/20493034/hoby_masturbasi.rar.html
 http://www.ziddu.com/download/20492926/Ce_cantik_lagi_masturbasi.3gp.html
 http://www.ziddu.com/download/20493081/Abg_Horny_Masturb.mp4.html
http://www.ziddu.com/downloadlink/20492812/AdeStikom.rar
http://www.ziddu.com/download/20493141/CewekSMP.3gp.html


download pedoman penulisan aksara jawa

 Download pedoman penulisan aksara jawa
http://www.ziddu.com/download/20492743/PedomanPenulisanAksaraJawae.pdf.html


Bagian paling sensitif wanita berdasar warna kulit

Bagian Paling Sensitif Pada Wanita Berdasarkan Warna Kulit

( Katurangganing Wanita )
Wanita merupakan makluk yang indah dan diciptakan untuk mendampingi Pria. Wanita dalam kehidupan ini memiliki  kondisi yang berbeda-beda dan dicipptakan dengan bermacam warna kulit yang berlainan. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, memiliki keistimewaaan dan kenikmatan rasa yang berbeda.
Dalam hal ngentot, seorang pria apabila menginginkan istrinya mengalami kepuasan dalam berhubungan ngentot , haruslah mengetahui secara pasti keingginan pasangannya. Memang keinginan untuk dimanja dan disayang merupakan keingginan mendasar tiap wanita. Oleh karenannya untuk membahagiakannya seorang pria harus pintar-pintar mengambil hati dan mengerti keingginan istrinya.
Menurut kitap jawa “Bataljemur Adammakna”,seorang pria jika ingin memberikan kepuasan ngentot pada istrinya, terlebih dahulu harus mengetahui bagian-bagian khusus yang paling sensitif dari tubuh istrinya. Jika hal tersebut sudah diketahui maka dalam berhubungan ngentot akan lebih mudah baginya untuk memberikan kepuasan birahi dan kenikmatan maksimal pada istrinya.
Seperti telah diterangkan di atas bahwa wanita diciptakan dalam berbagai macam warna kulit yang berbeda. Bagi seorang wanita warna kulit bisa memberitahukan dimana bagian tubuhnya yang paling peka dan sensitif. Menurut kitap jawa “Bataljemur Adammakna” berikut ini bagian-bagian tubuh paling sensitif wanita berdasarkan warna kulitnya.
WANITA BERKULIT PUTIH
Wanita berkulit putih menurut kitap ini memiliki bagian sensitif pada seluruh tubuhnya dan kalau diraba akan menghantarkan kepuasan padanya. Namun demikian ada bagian-bagian tertentu yang paling sensitif yaitu pada bagian batang paha bagian dalam sampai pangkalnya, kedua payudaranya serta bibirnya. Kalau anda ingin ngentot dengan istri anda yang berkulit putih ini,  mulailah dengan mencium bibirnya, kemudian merambat kebawah rabalah kedua buah dadanya dan rabalah bagian pahanya sebelah dalam. Dengan perlakukan anda tersebut maka istri anda yang berkulit putih ini akan tidak mampu melepaskan kenikmatan yang telah dirasanya.
WANITA BERKULIT KUNING
Wanita berkulit kuning bagian tubuhnya yang paling sensitif terletak di  batang lehernya, daerah sekitar susu menuju perut bagain bawah  dan punggungnya. Untuk wanita ini mulailah ngentot dengan menciumi batang lehernya terutama pada bagian bawah dagu dan tengkuk. Kemudian berpindahlah ke belahan buah dadanya ( bukan buah dadanya ) lalu ke arah perut. Rasakan getaran pasangan anda saat anda menciumi daerah sekitar perutnya hingga daerah anak rambut di daerah vaginannya. Bisa dipastikan bahwa pasangan anda akan sangat menikmatinya
WANITA BERKULIT KEMERAHAN
Seperti wanita berkulit putih wanita berkulit kemerahan  akan bergejolak birahinya jika dirangsang pada bagian susunya dan paha sebelah dalamnya. Kelebihan wanita berkulit kemerahan adalah wanita ini sangat sensitif bila disentuh bagian pantatnya. Untuk ngentot dengan wanita berkulit kemerahan anda bisa memulainya dari kakinya. Sentuhlah kakinya dan ciumilah kecil, kemudian naikkan tangan anda menuju kedua pahanya. Saat anda menciumi bagian pahanya jangan lupa untuk meremas pantatnya. Bisa dipastikan wanita ini akan kelejotan dan senang dengan apa yang anda lakukan. Selanjutnya anda bisa naik ke bagian atas tubuhnya dan seterusnya.
WANITA BERKULIT HITAM MANIS
Wanita berkulit hitam manis berbeda dengan wanita yang disebutkan diatas, wanita jenis ini bagian sensitifnya hanya berpusat di daerah sekitar kemaluannya. Jika istri anda berkulit hitam manis maka anda harus pandai bermain-main di daerah ini sebelum melakukan hal yang utama. Anda bisa pergunakan jari-jari anda, atau bibir dan lidah anda. Setelah istri anda sudah “panas” barulah anda melakukan hal yang utama. Bila hal ini yang anda lakukan maka istri anda akan terkapar puas.
Begitulah yang disebutkan dalam kitap jawa “Bataljemur Adammakna”. Namun semua itu tentu tidaklah 100% harus demikian. Bagaimanapun itu juga tergantung dengan cara anda membagi cinta dengan pasangan anda untuk menciptakan hubungan ngentot yang berkualitas dan harmonis. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.