perhitungan pernikahan menurut weton dan nagadina
17.02 | Author: gizi dan biologi
Di dalam pernikahan khususnya adat jawa pasti kita pernah mendengar adanya perhitungan weton dan juga nogo dino (dalam bahasa Indonesia naga hari). Perhitungan weton digunakan untuk menetapkan tanggal yang bagus bagi kedua calon pengantin beserta keluarganya dan nogo dino digunakan untuk menghindari rejeki dimakan sang naga. mungkin kedengarannya lucu bagi kita tetapi bagi orang jawa sangatlah diperhitungkan dan memang digunakan hingga sekarang karena itu adalah cara turun temurun dari nenek moyang. Mari kita pelajari bersama-sama tentang perhitungan hari dan weton dimana acuannya sebagai berikut :

Tabel 1. Hari dan Weton

Hari / Weton
Pon (7)
Wage (4)
Kliwon (8)
Legi (5)
Pahing (9)
Senin (4)
11
8
12
9
13
Selasa (3)
10
7
11
8
12
Rabu (7)
14
11
15
12
16
Kamis (8)
15
12
16
13
17
Jumat (6)
13
10
14
11
15
Sabtu (9)
16
13
17
14
18
Minggu (5)
12
9
13
10
14

Tabel 2. Jumlah Weton dan Artinya
halmuJ
Sirkulasi
Keterangan
1
Sandang
Bagus
2
Pangan
Bagus
3
Papan (Joyo)
Bagus dan Disarankan
4
Loro
Sering sakit
5
Pati
Ada yang meninggal
*) total penjumlahan di bagi 5 dan nilai tidak boleh nol (0)

 Tabel 3. Penentuan Bulan Jawa
Bulan Jawa
Keterangan
Rujukan
Suro
Bertengkar dan menemui kerusakan
Jangan dipakai
Sapar
Kekurangan, banyak hutang
Boleh dipakai
Maulud
Lemah, mati salah seorang
Jangan dipakai
Bakdamaulud
Diomongkan jelek
Boleh dipakai
Bakdajumadilawal
Sering kehilangan, banyak musuh
Boleh dipakai
Jumadilakhir
Kaya akan mas dan perak
Dianjurkan
Rejeb
Banyak kawan, selamat
Dianjurkan
Ruwah
Selamat
Dianjurkan
Puasa
Banyak bencananya
Jangan dipakai
Syawal
Sedikit rejekinya, banyak hutang
Boleh dipakai
Dulkaidah
Kekurangan sakit-sakitan, bertengkar
Jangan dipakai
Besar
Senang dan selamat
Dianjurkan

  
Tabel 4. Penentuan Jam Akad Nikah
Pasaran/jam
06.00
08.24
10.48
13.21
15.36
Pon
Selamat
Pangkalan
Pacak wesi
Nasehat
Rejeki
Wage
Pangkalan
Pacak wesi
Rejeki
Nasehat
Selamat
Kliwon
Pacak wesi
Nasehat
Rejeki
Selamat
Pangkalan
Legi
Nasehat
Rejeki
Selamat
Pangkalan
Pacak wesi
Pahing
Rejeki
Selamat
Pangkalan
Pacak wesi
Nasehat




Pada Tabel 1 diatas adalah acuan jumlah hari kelahiran berdasarkan weton, contoh jika saya lahir di hari senin pon maka jumlah saya adalah 11 atau senin + pon = 4 + 7 = 11.

Untuk menggunakan Tabel 2 maka perlu ditentukan dahulu :
  1. Hari dan weton calon mempelai pria
  2. Hari dan weton calon mempelai wanita
  3. Hari dan weton tanggal akad yang akan dirujuk
contoh kasus:
Ahmad mempunyai weton kamis legi  dan Maisaroh wetonnya jumat pahing mereka akan melakukan akad nikah di sabtu pon.

jawabannya
kamis legi                 = 13
jumat pahing             = 15
                               ----------- +
                                    28
sabtu pon                 =  16
                               ----------- +
                                    42
maka hasil dari 42 / 5             sisanya 2
Dalam hal ini sisa angka pembagi tersebut = 2 (gunakan tabel 2) akad nikah boleh dilakukan karena 2 sama dengan pangan. 
Kombinasi dengan Tabel 3 dan Tabel 4
Andaikata bahwa sabtu pon terletak di bulan rejeb maka sebaiknya akad dilakukan pada jam 06.00/ 13.21/ 15.26

catatan:
Apabila angka penjumlahan tersebut habis di bagi 5 atau hasilnya sama dengan nol (0),  disarankan mencari/mengganti hari akad pernikahan yang cocok.


TABEL 5.  ARAH NAGA DINO
























Tabel 5. digunakan di saat si mempelai pria mau berjalan kearah rumah calon istri untuk melangsungkan akad nikah dimana si mempelai pria jangan/menghindari kearah mulut sang naga karena rejeki nya akan dimakan oleh sang naga.
Contoh
Ahmad dan maisaroh akan melakukan akad di hari jumat maka ahmad akan berjalan ke rumah maisaroh kearah barat





Catatan
Jika memang arah yang dituju menghadap sang naga alangkah baiknya cari alternative jalan yang lain atau putarilah membelakangi sang naga

Tidak ada salahnya jika kita memakai perhitungan diatas akan tetapi kita juga tidak lupa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai sang pencipta. “DIMANA BUMI DIPIJAK DISITU LANGIT DIJUNJUNG”.


|
This entry was posted on 17.02 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: